Fasilitas Umum Terancam, Publik Mendesak Respons Tegas atas Krisis Pertambangan di Banjarsari

Potret kondisi longsor di Desa Banjarsari yang diunggah akun media sosial WALHI, memperlihatkan area permukiman yang berada di tepi jurang akibat pergerakan tanah.

Tanah Bumbu, 8 November 2025 – Aktivitas tambang di wilayah Desa Banjarsari, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, kini menjadi sorotan setelah terjadi serangkaian longsor yang menyebabkan kerusakan lahan dan mengancam permukiman warga.

Sejumlah fasilitas umum dan rumah penduduk dilaporkan berada dalam kondisi terancam akibat terbentuknya jurang dengan kedalaman belasan meter.

Longsor yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir mengakibatkan pergeseran tanah di sekitar desa. Retakan terlihat pada badan jalan, halaman rumah warga, serta area publik lainnya. Kantor desa, sekolah, dan fasilitas umum lain kini berada di dekat tepi jurang yang terus melebar.

Sejumlah warga memilih mengungsi demi keamanan. Mereka memindahkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan, sementara sebagian lainnya masih bertahan di titik-titik yang dinilai aman.

Warga menyatakan kekhawatiran atas kondisi tanah yang terus berubah, terutama pada malam hari ketika longsor susulan berpotensi terjadi.

Situasi ini menarik perhatian publik setelah beredar luas video dan foto kondisi longsor melalui media sosial.

Isu ini semakin mencuat setelah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut kondisi di Banjarsari sebagai

“tragedi lingkungan yang terjadi akibat bertahun-tahun pembiaran terhadap aktivitas tambang.”

Pernyataan tersebut memicu respons luas dari masyarakat, aktivis lingkungan, dan warganet yang mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat.

Tuntutan yang disuarakan antara lain penertiban operasi tambang di sekitar desa, pengamanan area berisiko, serta penyediaan relokasi yang layak bagi warga terdampak.

Hingga kini, kondisi tanah di sekitar desa terus mengalami perubahan dengan perluasan jurang dan retakan baru.

Pemerintah daerah, lembaga terkait, serta organisasi lingkungan didorong untuk melakukan upaya mitigasi agar risiko terhadap keselamatan warga dapat diminimalkan.

Baca Juga  Danrem 101/Antasari Resmi Tutup Program TMMD ke-123 Kodim 1004/Kotabaru

Perkembangan selanjutnya terkait penanganan dan langkah resmi pemerintah masih dinantikan oleh masyarakat, terutama para warga yang terdampak langsung oleh pergerakan tanah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *