KOTABARU – Sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan kondisi aspal pada ruas Jalan Sungai Kupang–Hampang, Kabupaten Kotabaru, mendadak viral di media sosial sejak beberapa hari terakhir.
Dalam video tersebut amang supir truk curhat ,lihatkan aspal yang baru diaspal serta lapisan aspal bisa diangkat pakai tangan sehingga memicu perhatian masyarakat dan menciptakan beragam komentar terkait kualitas infrastruktur.
Menanggapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kotabaru bergerak cepat. Plt. Kepala Dinas PUPR Kotabaru, H. Abdul Hamid, SST, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lapangan setelah mengetahui video tersebut menyebar luas.
Ia mengatakan bahwa proses penanganan awal sudah dilakukan menggunakan alat berat untuk meminimalisir kerusakan dan mengamankan jalur bagi pengguna jalan.
“Saat ini pekerjaan perbaikan sementara sudah kami laksanakan. Alat sudah berada di lapangan untuk menindaklanjuti kondisi yang ada,” ujar Abdul Hamid, sabtu (29/11/25).
Ia juga menambahkan bahwa langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap dapat dilalui masyarakat dengan aman.
Abdul Hamid menegaskan bahwa penanganan ini bukan hanya upaya dari pemerintah daerah saja. Kegiatan perbaikan turut melibatkan pihak desa, perusahaan, serta Dinas PUPR Kotabaru dalam bentuk gotong royong dan dukungan fasilitas.
Kolaborasi ini dinilai penting mengingat ruas Jalan Sungai Kupang–Hampang merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah desa dan digunakan untuk aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana jangka panjang guna memastikan perbaikan yang menyeluruh. Menurut Abdul Hamid, pembangunan lanjutan jalan tersebut akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
Pemerintah Kabupaten Kotabaru telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,9 miliar melalui APBD untuk proyek tersebut, yang akan dikerjakan melalui mekanisme lelang terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kegiatan lanjutan sudah terjadwal pada 2026. Anggarannya tersedia Rp2,9 miliar dan akan dilelang sesuai prosedur,” jelasnya.
Pihak dinas berharap masyarakat dapat memahami bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan proses, terutama terkait perencanaan dan ketersediaan anggaran.
Meski demikian, pemerintah memastikan tetap responsif terhadap keluhan masyarakat, terutama ketika menyangkut fasilitas publik seperti jalan raya.
Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah dan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan peningkatan kualitas ruas Jalan Sungai Kupang–Hampang dapat segera terwujud sehingga masyarakat bisa menikmati akses transportasi yang lebih baik dan lebih aman di masa mendatang.












