Batola — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Bina Desa Sosialisasi Dampak Minyak Jelantah yang dilaksanakan oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Desa Anjir Serapat Muara, Kabupaten Barito Kuala, pada Sabtu (13/12/2025) pukul 10.00 WITA.
Kegiatan ini menyasar masyarakat desa, khususnya Ibu-Ibu PKK, yang dinilai memiliki peran strategis dalam pengelolaan minyak goreng di tingkat rumah tangga.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai dampak negatif penggunaan minyak jelantah secara berulang terhadap kesehatan serta bahaya pembuangannya secara sembarangan terhadap lingkungan.
M. Aditya Ramadhan, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS,menjelaskan bahwa penggunaan minyak jelantah berulang kali dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif.
Selain itu, pembuangan minyak bekas tanpa pengelolaan yang tepat berpotensi mencemari tanah dan perairan di sekitar permukiman warga.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola minyak goreng bekas, sehingga tidak membahayakan kesehatan keluarga maupun kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Pelaksanaan sosialisasi berlangsung secara komunikatif dan partisipatif. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
Hal tersebut mendorong peserta, khususnya Ibu-Ibu PKK, untuk aktif bertanya, berdiskusi, serta berbagi pengalaman terkait penggunaan minyak goreng dalam aktivitas memasak.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari ciri-ciri minyak jelantah yang tidak layak digunakan, cara penyimpanan minyak bekas, hingga peluang pemanfaatan minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan.
Diskusi yang berlangsung mencerminkan tingginya kepedulian peserta terhadap isu kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan desa.
Selain membahas dampak negatif, kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai potensi pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang lebih bernilai guna sebagai langkah awal menuju pengelolaan limbah yang berkelanjutan berbasis masyarakat.
Melalui kegiatan Bina Desa ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta disebarluaskan kepada masyarakat desa lainnya.
Ibu-Ibu PKK diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan dalam mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya pengelolaan minyak jelantah.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat Desa Anjir Serapat Muara untuk menerapkan pola hidup sehat dan lebih peduli terhadap lingkungan.












