Pijarkalimantan.com, Banjarbaru — Perayaan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru pada Senin (20/4/2026) tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menyisakan momen haru yang membekas di hati para undangan.
Di tengah gemerlap acara, perhatian tertuju pada dua sosok penting dalam sejarah musik daerah, Muhammad Amin dan Robert Hendra Sulu, yang tampak duduk berdampingan menikmati jalannya acara.
Kehadiran keduanya menjadi lebih dari sekadar simbolis. Saat paduan suara pelajar mulai melantunkan lagu-lagu daerah dengan harmonisasi yang memukau, suasana berubah menjadi penuh khidmat.
Lagu “Banjarbaru Kota Idaman” dan “Suara Harapan Baru” karya Robert Hendra Sulu kembali menggema dengan aransemen baru yang lebih megah, membangkitkan kenangan akan masa awal berdirinya kota.
Tak kalah menggetarkan, “Mars Kota Banjarbaru” ciptaan Muhammad Amin turut mengisi seremoni dengan nuansa penuh semangat.
Di hadapan para pejabat tinggi, termasuk menteri, gubernur, dan kepala daerah se-Kalimantan Selatan, ketiga lagu tersebut menjadi lebih dari sekadar hiburan—melainkan refleksi perjalanan panjang Banjarbaru.
Nuansa nostalgia terasa kental. Lagu-lagu yang lahir dari masa awal pembentukan kota otonom itu seakan membuka kembali lembaran sejarah, menghubungkan semangat masa lalu dengan perkembangan Banjarbaru yang terus melaju mengikuti zaman.
Penampilan istimewa datang dari Idaman Children Choir SMP Sanjaya Banjarbaru di bawah arahan konduktor Rofinus Kalawasa Ketoj.
Sebanyak 35 siswa tampil percaya diri, membawakan lagu sambil membaca partitur—sebuah teknik yang menunjukkan kualitas musikal tinggi dan memukau para tamu undangan.
Di penghujung acara, senyum haru terpancar dari wajah kedua maestro tersebut. Mereka mengaku bangga melihat karya-karyanya tetap hidup dan terus dinyanyikan lintas generasi.
Momen ini menjadi bukti bahwa karya yang lahir dari ketulusan akan selalu menemukan tempat di hati masyarakat, melampaui waktu dan tetap relevan hingga kini.










