Pijarkalimantan.com, Banjarmasin – Warga Gang Saleh, Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin, kembali mengeluhkan banjir yang disebut kian parah dalam beberapa waktu terakhir. Genangan air yang bertahan berhari-hari disebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan dinilai membahayakan pengguna jalan akibat permukaan yang licin dipenuhi lumut.
Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan proyek normalisasi atau pendalaman Sungai Sutoyo S yang dikerjakan pada tahun anggaran 2025. Pasalnya, setelah proyek berjalan, saluran pembuangan air di kawasan Gang Saleh disebut tidak lagi berfungsi maksimal.
Hartato, salah seorang warga setempat, mengatakan saluran drainase diduga tertutup material sisa proyek maupun tumpukan sampah sehingga aliran air menjadi tersendat. Akibatnya, setiap hujan turun, air dengan cepat menggenangi jalan lingkungan dan membutuhkan waktu lama untuk surut.
“Sekarang kalau hujan, air bisa lama tergenang. Jalan juga jadi licin karena lumut, warga harus ekstra hati-hati supaya tidak jatuh,” ujarnya, Sabtu (17/5/2026).
Menurut Hartato, persoalan tersebut bukan baru terjadi belakangan ini. Namun kondisi disebut semakin memburuk setelah adanya pekerjaan normalisasi sungai di sekitar kawasan tersebut. Hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya penanganan konkret untuk membuka kembali saluran air yang tersumbat.
Keluhan serupa disampaikan Eko Cahyadi, warga lainnya yang juga merupakan adik Hartato. Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan laporan kepada pihak kelurahan hingga Wakil Wali Kota Banjarmasin melalui pesan WhatsApp.
Eko menyebut pihak kelurahan sempat menyampaikan bahwa penanganan terkendala belum tersedianya anggaran. Sementara itu, pesan yang dikirim kepada Wakil Wali Kota disebut hanya mendapat respons berupa stiker bertuliskan “minta rela”.
“Memang pernah ada petugas datang melihat kondisi di lokasi, tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan diperbaiki,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan pembersihan saluran dan mencari solusi permanen agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan. Selain menghambat mobilitas, genangan yang berlangsung lama juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan lingkungan warga sekitar.
Persoalan ini turut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai instansi yang bertanggung jawab atas penanganan banjir tersebut. Apakah menjadi kewenangan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas PUPR, pihak kelurahan, atau Balai Wilayah Sungai Kalimantan III yang menangani proyek normalisasi Sungai Sutoyo S.
Sebelumnya, saat masa kampanye Pilkada Kota Banjarmasin, Wali Kota Banjarmasin saat ini, M. Yamin, disebut sempat meninjau langsung kondisi Gang Saleh. Namun hingga kini warga mengaku belum mendapatkan kepastian terkait tindak lanjut maupun waktu realisasi penanganan banjir di kawasan tersebut.
Awak media masih berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut dan meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan mengenai proyek normalisasi Sungai Sutoyo S serta langkah penanganan banjir di Gang Saleh Pelambuan.












