TANAH BUMBU – Menunggu agenda rapat berikutnya tidak selalu berarti hanya duduk diam. Di lobi pintu belakang Gedung DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (20/7/2026), sejumlah wartawan dari KalimantanSmart.info, Kontak24jam.com, Takam5.com, dan BacaKabar.com memanfaatkan waktu jeda setelah mengikuti rapat pagi sambil menanti agenda selanjutnya yang dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 Wita.
Suasana santai dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai berbagai isu yang sedang berkembang di Kabupaten Tanah Bumbu. Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di dua sekolah pada dua kecamatan yang jumlah pendaftarnya masih sangat minim. Bahkan, ada sekolah yang baru menerima satu hingga dua calon siswa.
Kondisi tersebut memunculkan diskusi mengenai tantangan dunia pendidikan, mulai dari kondisi demografi, persebaran penduduk, hingga berbagai faktor yang memengaruhi rendahnya minat pendaftar di sejumlah sekolah.
Perbincangan kemudian bergeser ke dunia jurnalistik. Para wartawan saling berbagi pengalaman selama menjalankan tugas peliputan, mulai dari membangun komunikasi dengan narasumber, menghadapi dinamika pemberitaan, hingga tantangan ketika sebuah berita menuai keberatan dari pihak tertentu. Salah satu pengalaman yang turut dibahas adalah kasus wartawan yang pernah dilaporkan oleh sebuah perusahaan akibat pemberitaan yang diterbitkan.
Meski banyak membahas persoalan serius, suasana diskusi tetap berlangsung hangat. Cerita-cerita menarik selama bertugas di lapangan kerap memancing gelak tawa, menciptakan momen kebersamaan di tengah padatnya aktivitas peliputan.
Pada hari yang sama, DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menggelar sejumlah agenda penting, di antaranya Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Selain itu, sejumlah komisi juga melaksanakan rapat kerja yang membahas pelaksanaan SPMB, program kerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta pengalihan aset Penerangan Jalan Umum (PJU).
Padatnya agenda membuat para wartawan harus menghabiskan waktu berjam-jam di lingkungan DPRD untuk mengikuti setiap perkembangan. Namun, di sela-sela kesibukan tersebut, selalu ada ruang untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman, dan mempererat kebersamaan.
Di balik setiap berita yang tersaji kepada masyarakat, terdapat proses panjang yang dijalani para jurnalis—mulai dari mengikuti rapat, menggali informasi, berdiskusi, hingga menyusun laporan agar informasi yang disampaikan tetap akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.












