SATUI – Kegiatan tahunan Haul Kampung Satui kembali menjadi momentum yang paling dinantikan masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang berdirinya kampung tua di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.
Perayaan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga, tetapi juga menjadi pengingat akan identitas Kampung Satui yang telah ada sejak masa Kerajaan Banjar sebagaimana tercatat dalam Hikayat Banjar. Nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan yang diwariskan turun-temurun menjadi alasan mengapa kegiatan ini selalu mendapat antusiasme besar dari masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat Satui menyampaikan bahwa Kampung Satui merupakan kampung yang bertuah. Selain dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, Satui juga menjadi tanah kelahiran tokoh nasional KH Dirham Chalid, sosok yang namanya diabadikan pada mata uang rupiah sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia.
“Kampung ini bukan hanya tempat kelahiran kami, tetapi juga menjadi tempat para pendatang mencari nafkah yang sejak dahulu selalu kami sambut dengan ramah. Keberagaman suku dan agama di Satui mampu hidup berdampingan dengan rukun karena semangat kebersamaan telah menjadi budaya masyarakat,” ujarnya.
Harapan Dukungan Pemerintah Daerah
Melalui momentum haul kampung tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memberikan dukungan lebih besar agar kegiatan bersejarah ini dapat berkembang menjadi agenda budaya dan wisata daerah yang masuk dalam kalender tahunan resmi.
Menurutnya, Satui memiliki peran strategis sebagai kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua setelah ibu kota kabupaten. Di sisi lain, wilayah ini juga menjadi salah satu penyumbang signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak daerah, retribusi, serta aktivitas industri dan pertambangan.
Namun, besarnya kontribusi tersebut dinilai belum diimbangi dengan pemerataan pembangunan yang dirasakan masyarakat.
“Selama 23 tahun berdirinya Kabupaten Tanah Bumbu, perhatian terhadap Satui masih belum berbanding lurus dengan apa yang telah diberikan Satui kepada daerah. Kita bisa melihat sendiri, sarana dan prasarana publik maupun fasilitas untuk generasi muda masih sangat terbatas,” katanya.
Perlu Ruang Positif bagi Generasi Muda
Masyarakat juga menilai minimnya fasilitas olahraga, ruang kreatif, serta sarana pengembangan bakat menjadi salah satu tantangan yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Keterbatasan ruang aktivitas positif dikhawatirkan membuat sebagian generasi muda rentan terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba maupun berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya.
Karena itu, warga berharap pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan, olahraga, seni, dan ruang publik yang layak.
Haul Kampung Satui diharapkan terus menjadi simbol persatuan masyarakat sekaligus pengingat bahwa sejarah, budaya, dan kontribusi Satui bagi Tanah Bumbu layak mendapat perhatian serta dukungan pembangunan yang lebih berkeadilan.












