Pijarkalimantan.com, Kotabaru — Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru. Kali ini, layanan bercerita hadir menyapa 131 anak dari lima Taman Kanak-kanak (TK) di Kecamatan Pulau Laut Tengah.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program layanan perpustakaan tahun 2026 tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Pulau Laut Tengah, Rabu (16/9/2026).
Sebanyak 131 anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Mereka berasal dari lima lembaga pendidikan, yakni TK Tunas Rimba IV sebanyak 16 anak, TK Aisyiyah SKB 22 anak, TK Pembina 15 anak, TK Azzahra 33 anak, dan TK Alhidayah 45 anak.
Kepala Bidang Layanan Dispersip Kabupaten Kotabaru, Sofyan Hamid, S.Pd., M.Pd., mengatakan layanan bercerita merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan budaya literasi sejak usia dini.
Menurutnya, program tersebut mendapat dukungan Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang cerdas dan berkualitas.
“Ini salah satu program dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Kabupaten Kotabaru,” ujar Sofyan.
Ia menambahkan, Dispersip terus berupaya mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat, termasuk anak-anak, dengan menghadirkan berbagai kegiatan literasi secara langsung ke wilayah kecamatan.
Antusiasme anak-anak dan para guru dalam mengikuti kegiatan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Dispersip. Sofyan berharap layanan serupa dapat terus diperluas sehingga semakin banyak lembaga pendidikan yang memperoleh manfaat.
“Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan, sehingga manfaat layanan perpustakaan dan kegiatan literasi dapat dirasakan lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Camat Pulau Laut Tengah Ibrahim, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan layanan bercerita tersebut. Menurutnya, kegiatan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi anak-anak, tetapi juga dapat mendorong kreativitas dan meningkatkan minat belajar.
Ibrahim juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama di tengah tingginya penggunaan gadget.
“Orang tua mohon membimbing dan menjaga anak-anak kita. Kalau bisa penggunaan HP juga diperhatikan, diarahkan kepada tontonan dan permainan yang baik,” pesannya.
Ia menilai pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan orang tua dan keluarga di rumah.
Hal senada disampaikan Kepala TK Pembina Kecamatan Pulau Laut Tengah, Juriah. Ia menyambut baik pelaksanaan layanan bercerita Dispersip karena dinilai memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan antusiasme anak-anak terhadap kegiatan literasi.
“Kegiatan ini sangat baik dilaksanakan dan anak-anak juga antusias. Harapan kami bukan hanya lima lembaga yang bisa mengikuti, tetapi ke depan lebih banyak lagi TK yang dapat berpartisipasi,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak mendengarkan cerita. Mereka juga mengikuti berbagai aktivitas pemanasan dan interaksi yang dirancang untuk membangun semangat sebelum memasuki sesi mendongeng.
Salah satu pendongeng yang tampil adalah Nur Shofa Fadhila, siswi SD Negeri 2 Rampa yang memiliki sejumlah prestasi di bidang bahasa dan sastra.
Berdasarkan biodatanya, Shofa pernah meraih sejumlah prestasi, di antaranya Juara 1 Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Kotabaru 2025, Juara 1 Lomba Bercerita Bahasa Banjar, Juara 1 Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Kotabaru, serta Juara 1 Bertutur tingkat SD/MI se-Provinsi Kalimantan Selatan 2026.
Melalui sesi bercerita, anak-anak diajak mengenal buku sebagai jendela dunia. Mereka diperkenalkan dengan berbagai tokoh, tempat, hewan, tumbuhan hingga pengetahuan lainnya melalui cerita yang dikemas secara menyenangkan dan sesuai dengan usia anak.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana efektif untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku, meningkatkan minat baca, sekaligus membangun budaya literasi sejak usia dini.
Dispersip Kabupaten Kotabaru pun terus mendorong agar layanan perpustakaan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat hingga ke berbagai kecamatan di Kabupaten Kotabaru.












