BANJARMASIN – Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tiga oknum jaksa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) beberapa hari lalu menuai perhatian luas publik. Peristiwa ini dinilai sebagai pukulan serius bagi integritas aparat penegak hukum, khususnya institusi kejaksaan di Kalimantan Selatan.
Ketua LSM Gantara Kalimantan Selatan, Hery Yanto, angkat bicara menanggapi kasus tersebut. Ia menyebut kejadian ini sebagai “tamparan keras” bagi dunia penegakan hukum di daerah, terutama di tubuh kejaksaan.
“Peristiwa OTT ini merupakan tamparan bagi para penegak hukum di Kalimantan Selatan, khususnya di lingkungan kejaksaan. Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan harus bertanggung jawab untuk memulihkan nama baik institusi kejaksaan,” tegas Hery Yanto kepada awak media, selasa (23/12/25).
Menurutnya, upaya pemulihan tidak cukup hanya dilakukan di lingkup Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, melainkan harus menyeluruh terhadap seluruh kejaksaan negeri di kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan. Hal ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik yang dinilai mulai terkikis akibat kasus tersebut.
“Bukan hanya memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Kejari HSU, tetapi juga seluruh Kejari yang ada di Kalimantan Selatan. Semua kejaksaan harus transparan dalam penegakan hukum dan tidak boleh menjadi tameng atau pelindung bagi para koruptor,” ujarnya.
Lebih jauh, Hery Yanto juga menyampaikan dugaan bahwa kasus yang terjadi di HSU tidak semata-mata merupakan tindakan pemerasan oleh oknum jaksa. Ia menilai ada indikasi praktik penyuapan yang bertujuan agar laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi tidak diproses atau dihentikan di tengah jalan.
“Saya menduga kejadian di Kabupaten HSU bukan sekadar pemerasan, tetapi ada indikasi penyuapan agar setiap laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi yang masuk ke kejaksaan tidak diproses dan tidak ditindaklanjuti,” katanya.
Atas kejadian ini, LSM Gantara Kalsel berharap agar ke depan tidak ada lagi oknum jaksa yang mencederai kepercayaan publik dan merusak marwah institusi penegak hukum. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas seluruh jaksa dalam menangani setiap laporan masyarakat.
“Kami berharap seluruh jaksa di Kalimantan Selatan dapat bersikap profesional, jujur, dan bertanggung jawab dalam menangani setiap laporan masyarakat. Penegakan hukum harus benar-benar berpihak pada keadilan,” pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, Hery Yanto tetap menyampaikan harapan dan dukungan agar Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan beserta seluruh kejaksaan negeri se-Kalsel dapat melakukan pembenahan internal secara serius.
“Bravo Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan dan seluruh Kejari se-Kalsel. Kami berharap kejaksaan dapat kembali menjadi lembaga yang dipercaya dan dihormati masyarakat,” tutupnya.












