Pijarkalimantan.com – Tanah Bumbu
Kegiatan reses yang diadakan oleh anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, M. Dodi Trinur Rizky HS, di Desa Gunung Tinggi menjadi kesempatan berharga bagi para petani untuk mengungkapkan berbagai permasalahan yang mereka alami di lapangan. Salah satu isu utama yang diangkat adalah kurangnya alat pertanian, yang dianggap menghalangi peningkatan hasil produksi pertanian.
Para petani menyampaikan bahwa ketersediaan jonder, hand tractor, mesin perontok padi, serta sarana pendukung lainnya masih sangat terbatas. Kondisi ini menyebabkan proses mulai dari penanaman hingga panen tidak dapat berlangsung secara optimal. Banyak petani terpaksa meminjam peralatan dari desa lain atau mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa.
Selain kendala sarana, isu terkait penjualan gabah kepada BULOG turut menjadi perhatian. Harga pembelian yang diterima petani dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Situasi ini menimbulkan rasa dirugikan di kalangan petani dan memunculkan harapan agar mekanisme pembelian yang berlaku dapat dievaluasi.
Menanggapi keluhan tersebut, Dodi menyatakan siap memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pemenuhan alat pertanian serta kepastian harga gabah merupakan hal penting demi menjaga kestabilan ekonomi petani.
Lewat kegiatan reses tersebut, warga menyampaikan harapannya agar pemerintah dan instansi terkait benar-benar menindaklanjuti berbagai persoalan. Mereka ingin para petani dapat bekerja dengan lebih leluasa dan menikmati kesejahteraan yang layak.












