BANJARMASIN – Satlantas Polresta Banjarmasin memperketat pengawasan lalu lintas menyusul meningkatnya aktivitas balap liar serta pelanggaran yang melibatkan pelajar di wilayah kota.
Kepala Satlantas Polresta Banjarmasin AKP Denny Maulana Saputra melalui Kasatgas Preemtif Ipda Ansyah Bhakti Satyabharda menegaskan bahwa strategi preemtif, preventif, dan represif kini dijalankan secara lebih intensif untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Menurut Ipda Satyabharda, pendekatan preemtif menjadi langkah utama dengan memperkuat edukasi keselamatan berkendara.
“Setiap hari kami turun langsung ke sekolah-sekolah, minimal tiga sekolah dalam satu hari. Kami juga memberikan pembinaan ke perusahaan logistik, angkutan barang, dan sejumlah instansi pemerintah,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pemahaman sejak dini menjadi kunci dalam menekan angka pelanggaran.
Di sisi lain, polisi kembali mendapati aktivitas balap liar yang marak terjadi, khususnya di kawasan Jalan Lingkar Selatan.
Petugas yang mendatangi lokasi memastikan adanya aksi adu kecepatan yang melibatkan remaja.
“Begitu laporan diterima, kami langsung mendatangi lokasi. Benar ditemukan balap liar dan langsung kami bubarkan. Penindakan dilakukan dan selebaran imbauan kami bagikan kepada yang terlibat,” ujarnya.
Satlantas juga menyoroti meningkatnya pelajar yang mengendarai motor tanpa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kondisi ini dinilai berbahaya baik bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
“Pelajar tanpa SIM sangat berisiko. Jika mereka mengalami kecelakaan, mereka tidak tercover jaminan Jasa Raharja. Ini perlu dipahami sebagai konsekuensi serius,” tegas Satyabharda.
Untuk mencegah pelanggaran, patroli rutin ditingkatkan di titik-titik rawan, termasuk jalur yang kerap digunakan untuk aksi kecepatan tinggi. Sementara tindakan represif tetap dilakukan apabila imbauan tidak diindahkan.
“Upaya penindakan bukan semata-mata penegakan aturan, tetapi bentuk perlindungan kepada masyarakat. Keselamatan di jalan raya adalah prioritas semua pihak,” tutupnya.












