Banjarmasin, 27 Agustus 2025 — Puluhan warga dari Antasan Bondan RT 17 Kelurahan Mantuil, Banjarmasin, menggelar aksi damai di sekitar Pelabuhan Basirih, Rabu pagi (27/8), untuk menyuarakan aspirasi terkait kepedulian lingkungan dan sosial di wilayah sekitar pelabuhan.
Aksi yang berlangsung tertib dan kondusif ini mendapat respons positif dari manajemen Pelindo Sub Regional 3 Kalimantan yang langsung membuka ruang dialog bersama perwakilan warga.
Pelindo menyatakan komitmennya untuk terus mengedepankan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam setiap aktivitas operasional pelabuhan.
General Manager sekaligus Branch Manager Pelabuhan Trisakti, Ari Sudarsono, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik sikap warga yang menyampaikan aspirasi secara damai dan terbuka.
“Kami sangat menghargai aksi damai ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat. Pelindo berkomitmen mendengar setiap aspirasi dan mencari solusi bersama. Komunikasi yang terbuka dan konstruktif adalah kunci untuk membangun pelabuhan yang berkelanjutan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Ari.

Dalam kesempatan tersebut, Ari juga menegaskan bahwa Pelindo selama ini telah menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) di kawasan Mantuil dan Basirih.
Program tersebut meliputi bantuan pendidikan, renovasi fasilitas umum, hingga distribusi sembako kepada masyarakat terdampak aktivitas pelabuhan.
Pelindo menyatakan akan terus memperkuat pendekatan berbasis lingkungan dan sosial dalam operasional Pelabuhan Basirih.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pelabuhan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan warga sekitar,” tambah Ari.
Sementara itu, selama aksi berlangsung, operasional Pelabuhan Basirih tetap berjalan normal tanpa hambatan.
Aktivitas bongkar muat dan layanan kepelabuhanan tetap lancar, menjaga stabilitas usaha dan ekonomi di kawasan pelabuhan.
Aksi damai ini menjadi momentum penting bagi terjalinnya komunikasi yang lebih erat antara masyarakat dan Pelindo.
Kedua pihak sepakat bahwa keberlanjutan pelabuhan harus dibangun di atas dasar dialog yang sehat, kepedulian sosial, serta tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.












