Puluhan Tahun Menanti, Warga Desa Limbur Segera Nikmati Listrik, Pemkab Kotabaru dan PLN Tancap Gas

Pijarkalimantan.com, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok desa. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi bersama PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kalimantan Selatan terkait pengembangan dan pemasangan jaringan listrik di Desa Limbur dan Desa Hulu Sampanah, yang berlangsung di Aula Bamega, Sekretariat Daerah Kabupaten Kotabaru, Sebelimbingan, Selasa (4/8/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik di wilayah yang hingga kini belum menikmati layanan listrik secara optimal. Pemerintah daerah bersama PLN berupaya memastikan seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai target sehingga masyarakat segera merasakan manfaatnya.

Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos., mengatakan progres pembangunan jaringan listrik untuk Desa Limbur dan Desa Hulu Sampanah terus berjalan. Ia berharap proses pelaksanaan di lapangan dapat segera dimulai.

PLN terkait dengan Desa Limbur dan Hulu Sampanah ini terus bergulir dan berjalan progresnya. Mudah-mudahan tahapan pelaksanaan bisa kita laksanakan secepatnya,” ujarnya.

Syairi juga mengapresiasi respons cepat PLN terhadap usulan Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang telah disampaikan sejak awal 2025. Menurutnya, koordinasi yang terjalin selama ini menjadi bukti keseriusan semua pihak dalam menghadirkan layanan listrik bagi masyarakat yang masih belum teraliri listrik.

Kita sudah melakukan koordinasi terkait pemenuhan beberapa jaringan listrik yang sampai hari ini di Kabupaten Kotabaru belum teraliri listrik,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan program ini membutuhkan sinergi lintas sektor. Mengingat proses pembangunan jaringan listrik cukup panjang, mulai dari distribusi material, pemasangan tiang, hingga penarikan jaringan, seluruh instansi terkait diminta memberikan dukungan penuh.

Pemerintah Kabupaten Kotabaru menargetkan pembangunan jaringan listrik di Desa Limbur dapat dipercepat dan rampung pada 2026, sebelum kemudian dilanjutkan ke Desa Hulu Sampanah.

Baca Juga  Kondisi Jalan Sungai Turak Memprihatinkan, Masyarakat Bosan dengan Janji Perbaikan yang Tak Pernah Datang!

Salah satu kendala utama yang dihadapi di Desa Limbur adalah kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai. Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) dilibatkan untuk melakukan penanganan dan pemeliharaan akses jalan agar pengangkutan material proyek dapat berjalan lancar.

Selain itu, Wakil Bupati juga meminta pemerintah kecamatan dan pemerintah desa aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kemungkinan penebangan pohon atau tanaman yang berada di jalur pembangunan jaringan listrik agar pelaksanaan proyek tidak menemui hambatan.

Dalam kesempatan tersebut, Syairi turut menyoroti masih adanya desa di wilayah kepulauan yang belum menikmati layanan listrik secara maksimal, yakni Desa Labuan Barat, Desa Teluk Sungai, dan Desa Maradapan. Ia berharap desa-desa tersebut juga menjadi perhatian dalam program pemerataan listrik berikutnya.

Sementara itu, Manager PLN UP2K Kalimantan Selatan, Winardi, menegaskan bahwa pembangunan jaringan listrik di Desa Limbur dan Desa Hulu Sampanah merupakan bagian dari Program Listrik Desa (LISDES) yang menjadi komitmen PLN dalam mendukung pemerataan akses energi di Kabupaten Kotabaru.

“Listrik merupakan kebutuhan primer yang mendasar. Karena itu, PLN berkomitmen mendukung penuh target Pemerintah Kabupaten Kotabaru agar masyarakat di desa-desa terpencil dapat segera menikmati layanan listrik yang andal,” tegas Winardi.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan PLN, diharapkan program elektrifikasi desa dapat segera terealisasi sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka peluang pembangunan yang lebih merata hingga ke wilayah terpencil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *