TABALONG, PijarKalimantan.com — Sebuah dongeng yang dibawakan dengan penuh percaya diri mengantarkan Faiha Samaira Khanza, bocah asal Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, ke panggung nasional.
Siswi TK Ghaiwa Islamic School, Kelurahan Agung, Kecamatan Tanjung, itu berhasil keluar sebagai Juara I Nasional kategori dongeng dalam rangkaian perlombaan memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar Mabes Polri.
Bukan sekadar membawa pulang piala, prestasi tersebut juga menghadirkan pengalaman yang mungkin tak terlupakan bagi Faiha. Ia mendapat kesempatan tampil langsung di hadapan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam malam puncak penganugerahan Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat di The Tribrata, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026) malam.
Di hadapan Kapolri, Faiha bersama dua juara lainnya, Gilang Aidan Evendi dari Polresta Kendari dan Violina Firdausa dari Polres Banyuwangi, kembali menunjukkan kemampuan mereka membawakan dongeng.
Suasana kemudian menjadi lebih hangat ketika Kapolri mengajak ketiga anak tersebut berbincang.
Bukan hanya mengenai lomba, percakapan juga menyentuh hal-hal sederhana tentang kehidupan mereka, mulai dari sekolah, keluarga hingga cita-cita.
Saat ditanya mengenai cita-citanya, Faiha yang kini telah memasuki jenjang sekolah dasar dengan polos menyampaikan keinginannya menjadi seorang dokter.
Jawaban tersebut mendapat perhatian Kapolri. Faiha kemudian diberikan motivasi agar terus belajar dan rajin menuntut ilmu untuk mengejar cita-citanya.
Kapolri juga memberikan apresiasi kepada orang tua Faiha, terutama sang ibu, yang selama ini mendampingi dan membimbingnya hingga mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Perjalanan Faiha menuju panggung nasional bermula ketika dirinya masih duduk di bangku TK Ghaiwa Islamic School.
Mengikuti perlombaan melalui Polres Tabalong untuk mewakili Polda Kalimantan Selatan, kemampuan Faiha dalam membawakan dongeng ternyata mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Hasilnya, nama Faiha berada di posisi teratas.
Juara II diraih Gilang Aidan Evendi dari Polresta Kendari, Polda Sulawesi Tenggara, sementara Juara III diraih Violina Firdausa dari Polres Banyuwangi, Polda Jawa Timur.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, Kabupaten Tabalong hingga Polda Kalimantan Selatan.
Yang menarik, perjalanan Faiha ke Jakarta tidak dilewati seorang diri.
Sebagai bentuk dukungan terhadap prestasi anak tersebut, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla turut memberikan pendampingan dan mengantarkan Faiha menghadiri malam puncak penganugerahan.
Dukungan itu menjadi bagian dari perhatian terhadap potensi generasi muda di daerah agar memiliki ruang untuk berkembang dan berprestasi.
Dikonfirmasi Rabu (12/8/2026) pagi, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Heri Siswoyo mengatakan, pencapaian Faiha merupakan kebanggaan bagi masyarakat Tabalong dan Polda Kalimantan Selatan.
“Prestasi Faiha menjadi kebanggaan kita bersama. Ini menunjukkan bahwa anak-anak di Kabupaten Tabalong memiliki potensi dan bakat yang luar biasa untuk berprestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Menurutnya, kemenangan Faiha tidak semata-mata diukur dari piala yang berhasil diraih. Lebih dari itu, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional dapat menjadi bekal penting dalam membangun keberanian, kreativitas dan kepercayaan diri sejak usia dini.
“Kami sangat mengapresiasi semangat Faiha dan dukungan orang tua serta pihak sekolah. Polres Tabalong akan terus memberikan dukungan terhadap generasi muda yang memiliki prestasi dan potensi untuk berkembang,” katanya.
Ia berharap keberhasilan Faiha dapat memantik semangat anak-anak lainnya di Tabalong untuk berani menunjukkan kemampuan dan mengejar cita-cita.
“Semoga Faiha terus semangat belajar, tetap rendah hati dan dapat mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Prestasi ini semoga menjadi langkah awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi,” pungkasnya.












