KUSAN HILIR – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rudi Latif memperkuat pelestarian seni tradisional melalui pembinaan sanggar seni di 12 kecamatan. Program ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan seni dan budaya daerah sekaligus mendorong generasi muda berperan aktif menjaga warisan budaya.
Salah satu kegiatan pembinaan dilaksanakan di Sanggar Seni Tari Pranaya, Desa Jukueja, Kecamatan Kusan Hilir, Selasa (13/10/2026). Dalam kegiatan Pembinaan Kesenian Tradisional Sanggar Seni se-Kabupaten Tanah Bumbu tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan tari Radap Rahayu.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Kebudayaan, Isnawati, S.Sos., M.A., mengatakan pembinaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan misi keenam Bupati Andi Rudi Latif, yakni pengembangan seni, budaya, dan olahraga.
Ia berharap peserta tidak hanya mengenal tarian tradisional, tetapi juga mampu mempraktikkannya dan melanjutkan latihan di sanggar masing-masing setelah kegiatan berakhir.
“Penerus generasi harus tahu tari Radap Rahayu dan Baksa Kambang. Tujuannya kalian bisa mempraktikkan tarian ini. Selanjutnya, tugas ketua sanggar adalah follow up agar pelatihan ini berjalan terus,” ujar Isnawati.
Selain memberikan pembinaan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tanah Bumbu juga membuka kesempatan bagi kelompok tari untuk tampil dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan perangkat daerah maupun pihak lain.
Melalui kesempatan tersebut, kelompok tari dapat memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus memperoleh penghasilan. Disporabudpar dapat menunjuk kelompok tari untuk mengisi acara dengan pemberian honorarium atas penampilan mereka.
Isnawati juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap kesenian tradisional. Menurutnya, para peserta pembinaan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tarian daerah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
“Adik-adik jangan malu dengan kesenian tradisional. Justru kalian ini pahlawan pemajuan kebudayaan. Kalian yang akan meneruskan tarian ini, mengenalkannya kepada teman-teman sebaya, dan memastikan kesenian kita tetap ada sampai generasi berikutnya. Karena itu, manfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya, pelajari gerakannya, praktikkan, lalu terus berlatih di sanggar,” ujarnya.
Ketua Sanggar Seni Tari Pranaya, Khairunnisa, berharap materi yang disampaikan narasumber dapat menjadi bekal bagi anggota sanggar untuk meningkatkan kemampuan menari dan melanjutkan latihan secara berkelanjutan.
Harapan serupa disampaikan Kinani Irdina Irawan, siswi kelas IX SMPN 1 Kusan Hilir. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pembinaan dapat diterapkan dan dikembangkan bersama anggota sanggar lainnya.
“Semoga ilmu dari narasumber bermanfaat dengan baik buat sanggar ke depannya. Saya juga berharap setelah pembinaan ini bisa terus belajar tari Radap Rahayu bersama kawan-kawan, supaya kami bisa ikut melestarikan tarian ini dan meneruskannya ke generasi berikutnya,” ujar Kinani.












