GEPAK Kalsel Matangkan Kepengurusan DPW dan DPD, Deklarasi Ditargetkan Desember

Ketua DPW GEPAK Kalimantan Selatan, H. Junaidi, bersama jajaran pengurus saat menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi organisasi, Sabtu (31/10/2026), membahas pembenahan kepengurusan serta persiapan deklarasi pada Desember mendatang.

BANJAR, PijarKalimantan.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi kepengurusan, bertempat di sekretariat jalan tatah amuntai komplek margasanano 1 kecamatanan gambut kabupaten banjar, Sabtu (31/10/2026).

Rapat .membahas pembenahan internal organisasi, penataan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota, serta persiapan deklarasi organisasi yang direncanakan berlangsung pada minggu ketiga Desember 2026.

Ketua DPW GEPAK Kalsel, H. Junaidi, mengatakan salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah penyampaian Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang telah ditandatangani untuk diteruskan kepada pengurus besar di Kalimantan.

Selain itu, rapat juga membahas identifikasi berbagai persoalan organisasi di setiap daerah, khususnya terkait kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) di kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Menurut Junaidi, penataan administrasi dan penerbitan SK bagi pengurus yang belum memiliki legalitas kepengurusan menjadi perhatian penting. Hal tersebut dilakukan agar struktur organisasi lebih tertib dan roda organisasi dapat berjalan secara optimal.

“Pembenahan kepengurusan menjadi salah satu prioritas kami. Kami ingin seluruh DPD memiliki kejelasan administrasi dan struktur organisasi sehingga koordinasi dari tingkat wilayah hingga daerah bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dalam rapat juga dibahas strategi pembentukan DPD di sejumlah daerah yang kepengurusannya masih memerlukan penataan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas jangkauan GEPAK di Kalimantan Selatan.

Junaidi juga menyampaikan harapan agar GEPAK ke depan tidak hanya berkembang sebagai organisasi berskala regional Kalimantan, tetapi mampu memperluas kiprahnya hingga tingkat nasional.

Ia menegaskan, organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah yang terbuka dan mampu merangkul masyarakat tanpa membatasi diri pada kelompok atau golongan suku tertentu.

Bahkan, muncul usulan untuk mengkaji kembali penggunaan istilah “Asli” dalam nama organisasi menjadi “Asal”. Gagasan tersebut dimaksudkan agar keanggotaan dapat lebih terbuka, termasuk bagi masyarakat yang lahir di Kalimantan meskipun kemudian tumbuh dan besar di daerah lain.

Baca Juga  Gandeng Radio Gema Saijaan, Kejaksaan Kotabaru Sosialisasikan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Di bidang pengembangan organisasi, GEPAK Kalsel juga merencanakan pembentukan unit usaha mandiri serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kemandirian organisasi sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan pihak lain.

Selain itu, pengurus berencana melakukan audiensi dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Setelah pembenahan internal organisasi selesai, DPW GEPAK Kalsel juga akan menjadwalkan silaturahmi dan audiensi dengan sejumlah pejabat daerah yang diharapkan dapat memberikan dukungan serta menjadi pelindung organisasi, di antaranya Gubernur Kalimantan Selatan, Danrem, dan Kapolda Kalsel.

Melalui rangkaian konsolidasi tersebut, GEPAK Kalsel berharap seluruh kepengurusan dapat semakin solid, tertata, dan memiliki arah program kerja yang jelas menjelang deklarasi organisasi pada Desember mendatang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *