KALIMANTAN SELATAN — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung pembangunan Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut yang menghubungkan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.
Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga memberikan dukungan terhadap pembangunan bentang utama dan sebagian jembatan pendekat dengan total panjang mencapai 1.052,75 meter.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 11,3 persen dan ditargetkan rampung pada 2028.
Selain pembangunan jembatan, dukungan infrastruktur juga mencakup rencana pelebaran jalan yang menghubungkan akses pendekat dengan jalan nasional sepanjang 0,83 kilometer, serta pembangunan jalan akses pendekat di sisi Pulau Kalimantan dan Pulau Laut.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan dan jembatan memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas antarkawasan, mendukung mobilitas masyarakat, serta membuka akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan, merupakan fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan. Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta memperkuat integrasi wilayah di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan geografis,” kata Dody.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Pulau Laut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat keterhubungan kawasan secara lebih luas.
Dengan adanya jembatan tersebut, pergerakan orang dan barang antara Tanah Bumbu dan Kotabaru diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien. Kondisi itu juga diharapkan dapat mendukung perdagangan, investasi, pariwisata, serta sektor ekonomi produktif lainnya.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, kita berharap pergerakan orang dan barang menjadi lebih efisien. Pada akhirnya, infrastruktur ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Anggaran Capai Rp5,25 Triliun
Pembangunan Jembatan Pulau Laut dilaksanakan dengan skema tahun jamak (multiyears) periode 2025–2028. Pembiayaannya melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Pemerintah Kabupaten Kotabaru, dan Kementerian PU.
Penandatanganan kontrak pembangunan telah dilakukan pada 22 Desember 2025.
Total alokasi anggaran pembangunan jembatan mencapai sekitar Rp5,25 triliun. Rinciannya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkontribusi sekitar Rp1,65 triliun, sedangkan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru masing-masing mengalokasikan Rp300 miliar.
Sementara itu, Kementerian PU memberikan dukungan anggaran sekitar Rp3 triliun melalui skema multiyears hingga 2028.
Gunakan Teknologi Konstruksi di Atas Perairan
Karena sebagian pekerjaan berada di atas perairan, Kementerian PU menerapkan sejumlah metode konstruksi dan teknologi pendukung.
Pekerjaan dek jembatan cable-stayed menggunakan metode form traveller, sedangkan proses erection box girdermenggunakan launching gantry.
Penerapan metode tersebut ditujukan untuk mendukung aspek keselamatan, kualitas, dan efisiensi selama proses pembangunan.
Jembatan Pulau Laut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat rantai distribusi dan logistik di Kalimantan Selatan.
Terhubungnya Tanah Bumbu dan Kotabaru melalui akses darat juga diharapkan membuka peluang pengembangan aktivitas ekonomi serta memperkuat jaringan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan.
Kategori: Nasional | Infrastruktur | Tanah Bumbu | Kotabaru












