Pemprov Kalsel Dorong Pengembangan Kampung Papuyu, 20 Ribu Benih Ikan Disalurkan ke Pembudidaya

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, menebarkan benih ikan papuyu ke kolam budidaya saat penyaluran bantuan 20.000 ekor benih kepada Pokdakan Tabulihin di Desa Karang Intan, Kabupaten Banjar, Jumat (31/7/2026).

BANJAR, PijarKalimantan.com – Desa Karang Intan, Kabupaten Banjar, semakin dipersiapkan menjadi pusat budidaya ikan papuyu di Kalimantan Selatan. Untuk memperkuat kawasan yang dikenal sebagai Kampung Papuyu itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelontorkan bantuan 20.000 ekor benih ikan papuyu dan 90 sak pakan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tabulihin, Jumat (31/7/2026).

Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar tersebut merupakan bagian dari program hibah sarana budidaya ikan tahun 2026.

Tak sekadar meningkatkan produksi ikan papuyu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian salah satu ikan lokal khas Banua yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Kepala Dislautkan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan kelanjutan dari program pembinaan budidaya yang telah berjalan sejak tahun lalu dan menunjukkan hasil positif.

“Melihat hasil budidaya yang cukup menggembirakan pada tahun sebelumnya, kami kembali menyalurkan bantuan berupa 20 ribu benih ikan papuyu beserta dukungan pakan. Harapannya, semakin banyak pembudidaya yang mampu meningkatkan produksi dan memperoleh hasil panen yang lebih baik,” ujarnya.

Rusdi menjelaskan, Kampung Papuyu lahir dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan DKPP Kabupaten Banjar dalam mengembangkan kawasan budidaya ikan lokal secara berkelanjutan. Hingga kini, Desa Karang Intan masih menjadi satu-satunya Kampung Papuyu di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal besar untuk menjadikan Karang Intan sebagai sentra produksi ikan papuyu sekaligus ikon perikanan air tawar khas Banua.

“Kami ingin Kampung Papuyu terus berkembang menjadi kawasan budidaya yang produktif dan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan ikan lokal. Potensinya sangat besar jika dikelola secara berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga  Resmi Dilantik, Rusli Syairi Akan Langsung Laksanakan Program Visi dan Misi Untuk Warga Kotabaru

Ke depan, pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil budidaya. Kampung Papuyu juga disiapkan menjadi kawasan terpadu yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui wisata edukasi perikanan, wisata pemancingan, hingga pengembangan produk olahan ikan papuyu yang memiliki nilai tambah.

Dengan dukungan yang diberikan secara berkesinambungan, pemerintah optimistis produksi ikan papuyu akan terus meningkat.

Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, pengembangan Kampung Papuyu juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menjadi destinasi unggulan berbasis perikanan di Kabupaten Banjar.

“Harapan kami, Kampung Papuyu tidak hanya dikenal sebagai sentra budidaya, tetapi juga menjadi ikon baru Kalimantan Selatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, mendukung sektor pariwisata, sekaligus menjaga kelestarian ikan lokal untuk generasi mendatang,” tutup Rusdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *