Polres Tabalong Dukung Ketahanan Pangan, Libatkan Polsek Lakukan Pemantauan Pasca Tanam Jagung

Pijarkalimantan.com, Tabalong – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan oleh Polres Tabalong melalui kegiatan pemantauan dan pengecekan perkembangan tanaman jagung pasca tanam yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Tabalong.

Pada Rabu (17/6/2026) pagi, kegiatan pemantauan dilakukan oleh personel Polsek Tanta dan Polsek Tanjung guna memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal hingga masa panen.

Di wilayah Kecamatan Tanta, kegiatan dilaksanakan di lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Panca Warga yang berada di Desa Padang Panjang RT.02. Pengecekan dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Tanta Aiptu Yudho Triyanto bersama Kanit Samapta Polsek Tanta Aiptu Riza Hidayat, S.Ap.

Berdasarkan hasil pengecekan, lahan jagung pakan hibrida varietas RK 19 yang dikelola Poktan Panca Warga memiliki luas sekitar 3 hektare, terdiri dari lahan milik Maryoto selaku Ketua Poktan seluas 1 hektare dan H. Mawardi seluas 2 hektare. Tanaman yang telah berumur sekitar tiga puluh tujuh hari tersebut menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan tinggi tanaman berkisar antara 50 hingga lebih dari 100 sentimeter.

Petugas mencatat kondisi tanaman tumbuh subur, merata, dan mengalami perkembangan pembesaran batang yang baik. Sistem tanam yang diterapkan merupakan kombinasi pola monokultur dan tumpang sari, dengan sumber pengairan berasal dari tadah hujan serta aliran anak sungai yang didukung penggunaan mesin pompa dan jaringan pipa. Dengan kondisi pertumbuhan yang optimal dan dukungan pengairan yang memadai, panen diperkirakan dapat dilaksanakan pada September 2026.

Sementara itu, di Kecamatan Tanjung, personel Polsek Tanjung melaksanakan pengecekan pertumbuhan jagung hibrida RK 19 di lahan pertanian Desa Sei Pimping yang dikelola oleh Sahrani dengan luas lahan sekitar 1 hektare.

Baca Juga  Pemkab Kotabaru Toreh Prestasi Penghargaan Dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM)

Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung tumbuh dengan baik dan saat ini terus dalam tahap perawatan. Lahan tersebut menerapkan pola tanam monokultur dengan sumber air mengandalkan tadah hujan dan sumur. Estimasi panen diperkirakan berlangsung pada Oktober 2026, sementara potensi hasil panen masih belum dapat dipastikan karena tanaman masih dalam masa pertumbuhan.

Dalam kegiatan tersebut juga ditemukan beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian, di antaranya ketergantungan terhadap curah hujan sebagai sumber utama pengairan serta perlunya pengawasan intensif terhadap potensi serangan hama yang dapat mempengaruhi produktivitas tanaman.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., mengatakan bahwa keterlibatan personel Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Melalui kegiatan pemantauan dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, kami berharap perkembangan tanaman jagung dapat terpantau dengan baik sehingga berbagai kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama. Polres Tabalong bersama jajaran Polsek akan terus mendukung para petani dan kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan program pertanian yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tabalong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *