Pijarkalimantan.com – Tanah Bumbu
Kondisi Pasar Pagatan yang kian memprihatinkan kini menjadi perhatian serius. Retakan bangunan yang disebut terus melebar memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan pedagang maupun pengunjung, sekaligus mendorong DPRD Tanah Bumbu untuk mendesak percepatan relokasi.
Persoalan tersebut mengemuka dalam rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi II, Andi Erwin Prasetya, bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu. Rapat berlangsung di Kantor DPRD Tanah Bumbu, Selasa (03/03/2026).
Dalam forum tersebut, pembahasan tidak lagi berfokus pada aspek administratif, melainkan pada potensi risiko yang ditimbulkan jika aktivitas jual beli tetap berlangsung di bangunan lama. Berdasarkan kajian teknis, struktur Pasar Pagatan dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan, terlebih dengan munculnya retakan di sejumlah titik.
Dari pihak eksekutif, Sekretaris Diskumdagri, Roma Simanjuntak, menjelaskan bahwa relokasi belum dapat dilakukan karena adanya permintaan penundaan dari para pedagang hingga usai Idulfitri. Penundaan tersebut dipicu oleh belum optimalnya fasilitas di pasar relokasi.
“Relokasi belum berjalan karena adanya permintaan waktu dari para pedagang. Mereka beralasan fasilitas di bangunan pasar relokasi belum sepenuhnya siap, mulai dari sambungan listrik, ketersediaan WC umum, hingga akses jalan masuk,” ujarnya.
Namun demikian, DPRD menilai bahwa persoalan teknis tidak seharusnya mengesampingkan aspek keselamatan. Legislatif pun mendorong langkah cepat melalui penerbitan surat rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu agar segera merealisasikan pemindahan pedagang ke lokasi baru.
Langkah tersebut dipandang bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bagian dari upaya mitigasi risiko guna mencegah potensi kejadian yang tidak diinginkan di kemudian hari.












