Dicari Sejak Malam, Petani di Haruai Ditemukan Tak Bernyawa di Tengah Sawah

TABALONG, PijarKalimantan.com – Harapan keluarga untuk menemukan Taufik Kurrahman (52) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Setelah menghilang sejak Senin (27/7/2026) malam, petani asal Desa Marindi, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong itu ditemukan meninggal dunia di areal persawahan pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.

Penemuan jenazah tersebut menggegerkan warga sekitar. Informasi yang diterima Polres Tabalong langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi bersama personel Polsek Haruai untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta memastikan penyebab kejadian.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., menjelaskan korban diketahui meninggalkan rumah pada Senin malam sekitar pukul 21.30 Wita.

Hingga keesokan harinya korban tak kunjung kembali, sehingga keluarga bersama warga berinisiatif melakukan pencarian sejak pagi.

Upaya pencarian berakhir sekitar pukul 11.00 Wita ketika seorang warga bernama Bahrian menemukan korban terbaring dalam posisi miring di tengah areal persawahan tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Saksi kemudian segera menghubungi Rizky Rahman, anak korban, yang langsung datang bersama keluarga ke lokasi.

Dengan bantuan warga, jenazah kemudian dievakuasi menuju rumah duka di Desa Marindi RT 03 untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Keluarga juga menyampaikan bahwa Taufik memiliki riwayat penyakit hipertensi dan asam urat yang telah lama dideritanya.

Setelah mendapat penjelasan dari petugas, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memutuskan tidak mengajukan permohonan autopsi.

Polres Tabalong memastikan penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut, sementara kepolisian tetap melengkapi administrasi penanganan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Baca Juga  Optimalkan Pelabuhan Panjang, DPRD Kotabaru Pelajari Skema Kerja Sama Aset di Dishub Kapuas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *