TABALONG, PijarKalimantan.com — Niat pulang sekolah bersama teman-temannya berubah menjadi petaka. Seorang siswa SMP berusia 15 tahun, Rabani Akbar, tewas tenggelam saat mandi dan berenang di sungai Desa Pamarangan Kanan, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kamis (20/8/2026) siang.
Korban yang merupakan warga Desa Mangkusip RT 01, Kecamatan Tanta, diketahui pergi ke sungai bersama 11 orang temannya setelah pulang sekolah. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 12.45 WITA.
Sebelum berangkat, Rabani sebenarnya sudah sempat dilarang oleh sejumlah temannya. Fujianor dan beberapa rekannya mengetahui korban tidak bisa berenang sehingga mengingatkan agar tidak ikut mandi di sungai.
Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan.Sesampainya di sungai, salah seorang teman korban, M. Bayu Nugraga, lebih dulu menceburkan diri untuk berenang. Tak lama kemudian, Rabani ikut turun ke sungai.
Situasi mendadak berubah ketika teman-teman korban yang berada di tepian melihat Rabani mengangkat kedua tangannya sembari berteriak meminta pertolongan.
Beberapa saat kemudian, tubuh korban terlihat dalam posisi kepala berada di bawah permukaan air, sementara bagian punggung masih terlihat di atas air.
Panik melihat kejadian tersebut, Fujianor bersama teman-temannya langsung meminta pertolongan warga sekitar. Seorang warga bernama Tapah yang berada tak jauh dari lokasi kemudian turun ke sungai untuk berupaya menyelamatkan korban.
Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tanta. Kapolsek Tanta IPDA Aris Sufariyadi, S.H., M.H., bersama personelnya kemudian mendatangi lokasi. Polisi melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara, mengamankan lokasi serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, Rabani merupakan siswa kelas II SMP Negeri 1 Tanta, Kabupaten Tabalong.
Pihak keluarga korban telah mengetahui musibah tersebut. Korban kemudian menjalani pemeriksaan luar oleh petugas Puskesmas Tanta.
Keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menyatakan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Polisi mengingatkan kejadian tersebut menjadi peringatan bagi para orang tua dan pelajar agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai.
Terlebih bagi anak-anak yang tidak memiliki kemampuan berenang, aktivitas di sungai sebaiknya tidak dilakukan tanpa pengawasan orang dewasa.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan mengambil risiko berenang di sungai, terlebih jika tidak memiliki kemampuan berenang dan tidak ada pengawasan orang dewasa,” demikian imbauan kepolisian.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sungai yang terlihat tenang tetap menyimpan risiko, terutama bagi anak-anak dan pelajar yang tidak memahami kondisi kedalaman maupun arus air.












