Bukan Sekadar Gangguan, Air PDAM Padam Seharian Bikin Warga Sungai Andai Kecewa

Foto Ilustrasi

BANJARMASIN, PijarKalimantan.com — Keluhan terhadap layanan air bersih kembali dirasakan warga Sungai Andai, Kota Banjarmasin. Pasalnya, aliran air dari PDAM Bandarmasih disebut terhenti hingga satu hari penuh, membuat aktivitas rumah tangga warga terganggu.

Kondisi tersebut semakin dikeluhkan karena terjadi di tengah musim kemarau. Bagi warga, tidak mengalirnya air selama berjam-jam bukan lagi sekadar persoalan ketidaknyamanan, tetapi sudah menyentuh kebutuhan dasar sehari-hari.

Sejumlah aktivitas rumah tangga seperti mencuci, memasak hingga menyiapkan kebutuhan mandi anak-anak yang hendak bersekolah ikut terdampak.

Warga pun tidak memiliki banyak pilihan untuk mencari sumber air alternatif. Kondisi sungai yang berada di sekitar permukiman sedang surut sehingga sulit dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mama Naila, warga Kompleks Meranti 1, Kelurahan Sungai Andai, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia mempertanyakan pelayanan air bersih yang bisa terhenti begitu lama.

“Bisa satu hari penuh padamnya. Kami tentu kecewa, karena air sangat dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Mama Naila, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, persoalan air bersih menjadi semakin berat ketika pemadaman berlangsung tanpa adanya kepastian kapan aliran kembali normal. Warga harus mencari cara agar kebutuhan rumah tangga tetap bisa terpenuhi.

Bagi keluarga yang memiliki anak sekolah, kondisi tersebut juga menjadi persoalan tersendiri. Air diperlukan untuk mandi, mencuci pakaian sekolah hingga berbagai keperluan sebelum anak berangkat ke sekolah.

Ironisnya, ketika air PDAM tidak mengalir, warga tidak bisa dengan mudah beralih ke sungai. Musim kemarau membuat debit air sungai menyusut sehingga pilihan sumber air alternatif semakin terbatas.

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan terhadap kualitas pelayanan perusahaan penyedia air bersih. Sebab, masyarakat membayar untuk mendapatkan layanan air, sementara ketika distribusi terhenti dalam waktu lama, warga tetap harus menanggung dampaknya.

Baca Juga  Dibangun dari Dana Desa, Jembatan 41 Meter di Tatah Mesjid Diresmikan Sekda Batola

Warga berharap PDAM Bandarmasih tidak hanya memberikan penjelasan ketika terjadi gangguan, tetapi juga memastikan adanya langkah cepat untuk memulihkan distribusi air dan mencegah gangguan serupa berulang.

Terlebih, kebutuhan air bersih tidak mengenal waktu. Ketika air berhenti mengalir selama satu hari penuh, dampaknya langsung dirasakan masyarakat di rumah masing-masing.

Di tengah musim kemarau seperti sekarang, keandalan distribusi air seharusnya menjadi perhatian serius. Jangan sampai warga Sungai Andai harus bertahan tanpa air bersih, sementara sumber air alternatif pun semakin sulit diandalkan.

Masyarakat pun berharap ada keterbukaan mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, serta kepastian waktu normalisasi aliran. Informasi yang jelas dinilai penting agar warga dapat mempersiapkan kebutuhan air dan tidak dibuat menunggu tanpa kepastian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *