Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru Rawan Kecelakaan, 13 Kasus Tercatat Sejak Juni

BATULICIN – Ruas Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru di sekitar SDN 3 Mantewe, Dusun Kuluman, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, disebut menjadi salah satu titik rawan kecelakaan.

Kondisi tersebut disebabkan karakter jalan dari arah Mantewe menuju Banjarbaru yang memiliki turunan dan langsung berlanjut ke tikungan kiri. Kondisi ini dinilai berisiko membuat pengendara terlambat mengantisipasi tikungan, terutama ketika melaju dengan kecepatan tinggi.

Hal itu disampaikan KBO Satlantas Polres Tanah Bumbu, Aiptu Amin Firdaus, dalam Rapat Kerja Gabungan Komisi DPRD Tanah Bumbu yang dipimpin Andi Asdar Wijaya, bersama Polres Tanah Bumbu, Koramil dan Polsek Mantewe, Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas PUPR Tanah Bumbu, serta Dinas Perhubungan Tanah Bumbu, Senin (10/8/2026).

Amin mengatakan, titik rawan tersebut diketahui berdasarkan hasil survei lapangan. Dari kejauhan, ruas jalan terlihat lurus, namun sebenarnya terdapat tikungan setelah turunan sehingga pengendara berpotensi terlambat melakukan antisipasi.

“Yang kencang melihat di ujung seperti lurus. Ketika sudah mendekati, ternyata jalan menikung dan tidak sempat lagi menghindar. Di situ ada blankspot, saat turun tidak terlihat,” kata Amin.

Menurutnya, kendaraan yang melaju terlalu cepat berpotensi mengambil badan jalan ketika memasuki tikungan. Risiko kecelakaan semakin besar apabila kendaraan dari arah berlawanan juga melaju dengan kecepatan tinggi.

Amin juga menyoroti persepsi sebagian pengendara bahwa jalur alternatif tersebut dapat memangkas waktu tempuh. Kondisi itu, menurutnya, dapat memengaruhi perilaku pengendara yang cenderung memacu kendaraan tanpa menyesuaikan kecepatan dengan karakter jalan.

“Orang jadi berpikir apakah bisa lebih cepat, seperti mau mecahin rekor. Pikiran mereka juga bisa pulang pergi dan titik lelahnya berada di area Tanah Bumbu,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyesuaian kecepatan dengan kondisi jalan menjadi salah satu kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Baca Juga  Dukung Penuh RPJMD, H. Hasanuddin Soroti Pentingnya Sinergi Pembangunan Tanah Bumbuu

Kerawanan tersebut menjadi perhatian setelah tercatat 13 kecelakaan di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru sejak 30 Juni 2026.

Kapolsek Mantewe Iptu Kusnin mengatakan, sebagian besar kecelakaan terjadi pada siang hari, saat jarak pandang sebenarnya masih cukup jelas.

“Semua (kecelakaan) terjadi pada siang hari. Padahal jarak pandang cukup jelas dan kondisi jalan bisa terpantau,” katanya.

Menurut Kusnin, karakter jalan yang memiliki tanjakan, turunan, serta tikungan beruntun menuntut pengendara untuk lebih berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan.

“Dengan medan yang liku-liku, berkelok-kelok serta tanjakan, pengguna jalan sering mengambil awalan untuk kecepatan tinggi,” ujarnya.

Ia mengimbau pengendara untuk menjaga kecepatan di bawah 60 kilometer per jam serta mengurangi kecepatan ketika memasuki tikungan tajam.

Pengendara juga diminta membunyikan klakson ketika memasuki tikungan dengan jarak pandang terbatas sebagai bentuk antisipasi terhadap kendaraan dari arah berlawanan.

Sementara itu, DPRD Tanah Bumbu meminta instansi terkait melakukan evaluasi terhadap kondisi jalan tersebut. Dinas PUPR diminta mengevaluasi aspek teknis ruas jalan, sedangkan Dinas Perhubungan didorong menambah rambu-rambu dan marka jalan, khususnya pada titik yang dinilai rawan kecelakaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menekan potensi kecelakaan di jalur alternatif Batulicin-Banjarbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *