TABALONG, PijarKalimantan.com – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Tabalong menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Halaman Kompleks Pendopo Bersinar, Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kamis (1/10/2026).
Sekretaris Komisi I DPRD Tabalong, Remon Bima Persadha, mendapat kepercayaan membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Ia hadir mewakili Ketua DPRD Tabalong.
Upacara dipimpin Bupati Tabalong H M Noor Rifani sebagai inspektur upacara. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala SKPD, jajaran Polri, Kodim 1008 Tabalong, serta pelajar dan mahasiswa.
Usai pelaksanaan upacara, Remon menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat atas perjuangan para pahlawan revolusi dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.
Menurutnya, semangat dan nilai perjuangan tersebut perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Terlebih, perkembangan teknologi dan arus informasi saat ini berlangsung sangat cepat.
“Generasi muda harus mampu mewarisi nilai-nilai perjuangan para pahlawan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar politisi muda PKS Tabalong tersebut.
Remon juga mengingatkan agar kemajuan teknologi digital diikuti dengan kemampuan menjaga nilai dan etika. Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat generasi muda meninggalkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila.
Ia menilai sikap saling menghormati dan mengedepankan adab menjadi bagian penting dalam menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital.
“Di era digitalisasi ini, kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan tetap menjadikan Pancasila sebagai landasan, terutama dalam mendahulukan adab,” katanya.
Ia berharap generasi muda di Bumi Sarabakawa dapat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam beraktivitas sekaligus mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Remon menegaskan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu dimaknai sebagai upaya memperkuat komitmen bersama untuk menjaga Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.












